Cerita Sex ML Janda Bohay Dan Binal

Cerita Sex ML Janda Bohay Dan Binal

Posted on

Cerita Sex ML Janda Bohay Dan Binal

Cerita Sex ML Janda Bohay Dan Binal – Kali ini mengadirkan cerita sex dari seorang pemuda lanajng yuang bercinta dengan janda beranak satu ayng mempunyai gairah sex melebihi cewek ABG. Mau tahu kelanjutan ceritanya, langsung saja baca selengkapnya cerita dewasa di bawah ini.

Sebut saja namaku Irfan, disii saya akan menceritakan kisah sex dan kenangan terindah ketika aku bercinta dengan janda cantik, muda dan beranak 1. Janda yang bercinta denganku ini, bisa menjanda karena dia diceraikan suaminya sekitar 2 tahun yang lalu. Mungkin karena dia agak sedikit trauma dengan rumah tangganya yang dulu, hingga saat ini masih single.

Janda ini menjalani kehidupannya dengan anaknya laku-lakinya yang baru berusia 6 tahun. Sebut saja namanya Irma, usia dia berusia 29 Tahun, mempunyai tinggi 162 cm, berat badan 52 kg, berpinggang seksi. Selain itu Irma ini juga mempunyai buah dada yang aduhai da pantat yang menukik ke atas.

Kalau sepintas melihat, tidak menyangka bahwa dia adalah seorang janda. Sekilas seperti ABG yang berusia 17 tahun. Saya memanggilnya dengan sebutan Mba Irma, karena masih muda dan masih terlihat seksi. Awal mula saya bertemu Mba Irma, ketika dia makan siang dengan teman 1 kantor saya yang bernama Fira.

Ketika itu Fira mengajak Mbak Irma makan siang di tempat biasa saya makan sama Fira. Dari situ saya takjub melihat body Mbak Irma ytang sangat semox dengan badan yang langsing. Awalnya saya memanggil dek, namun setelah berkenalan dan dia langsung terus terang bahwa dia ada janda.

“Kamu temannya Fira ya dek, namanya siapa?” ujarku sambil bersalaman di meja makan.
“Iya mas, namaku Irma. Aku ke kesini diajak Fira makan siang.”
“Usia berapa kamu dek?”
“Aku 28 tahun mas, suda tua.” menjawab dengan tersipu malu.
“Owh.. maaf aku kira lebih muda dari aku.” sambil bengong dan rasa gak enak udah manggil dek.
“Nggak apa apa kok mas, namanya juga belum tau, tak kenal maka tak sayang katanya.” jawabnya sambil tersenyum.

Dalam hati kecil berkata ini cewek terbuka banget, baru ketemu, sudah terbuka tentang statusnya dan dari cara bicaranya nih cewek sudah memberi peluang untuk kearah mesum. Hehehehe, namanya juga cowok, selalu ber[ikir ngesex kalo udah bertemu dengan namanya janda muda, sama kaya saya pembaca.

Pada saat selesai makan siang, sebelum Mbak Irma meninggalkan rumah makan bersama Fira, saya memberanikan siri untuk meminta kontak BBM nya untuk berkomunikasi lebih interns lagi. Ehh tak di sangka sangka dia langsung ngasih dengan muragh hari dan senyum kemesraan. Akhirnya pun saya dapatkan kontak bbm nya.

Malam harinya saya semakin penasaran sama Mba Irma. Taksabar hati ingin chating sama janda muda nan semox satu ini. Membayangkan bulatnya buah dadanya, pantat yang nunggung keatas, seakan ingin dalam hari memeluk dan menyodok vaginanya yang lama tak tersentuh oleh penis laki-laki, pasti keset dan terawat dengan baik.

Namanya juga dagangan. Apalagi melihat betis kakinya tadi siang. Oughhh bak kaki bule asal eropa, putih banggeeett.
“Malam Mbak Irma..” Aku mulau chat lewat bbm, dengan respon yang baik belum ada 1 menit, si janda uda membalas dengan mesra.
“Malam juga mas, kok belum tidur mas?” dengan emot senyum dan mata berkedip sebelah dia kirimkan ke saya.
“Belum Mbak Irma, biasa insom Mbak, maaf aku ganggu Mbak Irma gak nih..” spik spik mulai ku luncurkan rayuan ala iblis ku keluarkan.
“Ini baru santai tiduran di kamar mas..” Tanpa disadari dia mengirim chat besert gambar posisi dia tidur.

Hanya memakai dast3er terawang untuk tidur, buah dadanya kenceng banget tanpa bra, dengan posisi miring, pahanya terlihat muluusss tanpa noda. Membuat penisku ngaceng seketika. Aku mulai mengajak chat sex, dan Mbak Irma pun membalas chat sex dariku. Wahh kayaknyaa si janda satu ini butuh gairah sex.

BACA JUGA :  Kayalanku Yang Melambung

“Wahh buah dada Mbak Irma masih kenceng ya, walaupun dah janda.” sambil kulihat fotonya yang terlihat buah dadanya yang sangat kencang sekali.
“Iya dong, ini selalu aku remas sendiri saat mandi dan mau tidur, aku urut dan aku pelintir puttingnya agar tetap kencang mas.” ucapanya dengan santainya.
Wow, mendengar ucapannya, dalam fikiranku saat itu rasanya ingin sekali ke rumah Mbak Irma untuk menyentubuhi dia dengan gaya doggie style.
“Ohh gitu ya, pantes keceng banget, apalagi pahanya Mbak Irma yang mulus.” ucapku.

Saat itu aku mulai horny setengah mati tak sabar ingin melihat isi perabotan Mbak Irma. Tidak kusangka, dia mengirimi foto bugilnya setengah badan, Ougghhh buahh dadanyaa mulusss, padat emok, dengan putting buah dadanya yang cokelat dan mancung keatas, tangan kanannya meremas buah dada sebelah kanan, sambil tersenyum dia foto selfie, kemudian dikirimkan ke saya.

Chatting dengan tema sex pun aku lanjutkan, beberapa fotonya dikirim. Penisku seakan mengajak untuk menghabisi vagina si janda muda satu ini.
“Besok ketemu yukk Mbak?” ajakku.
Dalam benakku udah gak sabar segera ketemu Mbak Irma dan menghabisinya.
“Boleh mas, besok ketemu dimana mas, lagipula aku free, anakku biar ikut neneknya.” ucapnya mengiyakan tawaranku.
“Mbak Irma ke kost ku aja ya, deket terminal kota MBak.” pintaku.
Wah gairah sudah mulai tinggi dan tak bertahan lagi.
“Boleh mas, besok aku kesana ya” jawabnya.

Eh si Janda kayaknya gatel juga vaginanya. Seakan aka lansung merepon dengan punuh nafsu. Sekitar jam 09.00 pagi pada saat itu hari minggu. Mbak Irma mengirim chat bahwa dia sudah perjalanan menuju kost ku. Aku pun menunggu Mbak Irma didepan kost. Karena sebelumnya aku sudah memberitahu arah kostku dari terminal kota.

Sesampainya di depan kostku, Mbak Irma terlihat menggunakan motor matic. Pada saat itu dia memakai kaos putih ketat dengan celana legging yang ketat dan rambutnya terurai lurus, wajahnya tersenyum mesra.
“Selamat pagi mas, ini kostnya ya mas.” sumpah dehh, ngiler lihat janda satu ini.
“Iya Mbak, ini kost saya, masuk yuk Mbak, gak enak diluar dilihat orang. “Tak sabar ingin merengut vagina si janda.
Setelah masuk kedalam kamar kost, dengan jalan perlahan, langsung aku peluk dari belakang, dan aku remas buah dadanya dari belakang.
“Oughh.. sss.. Aagghh.. enak mas..” desah Mbak Irma tanpa perlawanan.
“Buah dada Mbak Irma kenceng banget” ucapku sembari kuciumi telinganya.
“Ughh… SShhh… Iyah mas, ayok mas kita main.” jawabnya dengan penuh nafsu birahi.

Aku dorong Mbak Irma ke kasur, aku lepas baju dan celana. Penisku pun sudah ereksi dengan keras, Mbak Irma tanpa basa basi juga melepaskan semua pakiannya. Seakan melihat ratu dari kerajaan, tubuhnya mulus putih banget, buah dadanya benar-benar mengemaskan, kenceng padat semok. Apalagi puttingnya mancung keatas, jembutnya halus terawat, vaginanya merekah merah.

Hal itu membuat penisku ereksi lebih keras lagi. Mulailah aku bereaksi, saat itu Mbak Iema yang sudah telanjang, aku ciumi bibirnya, sesekali aku gigir bibir bagian bawahnya, kemudian dia membalas ciumanku dengan ganas. Tidak lupa tangan kanannya dengan spontan mengocok penisku dengan lembut. Seluruh lehernya aku cumbu, buah dadanya aku remas-remas, puttingnya aku kulum dengan kencang.

“Ougghh.. Aaghhhh. Sssshhhh… teruss mass.. Ouugghh…” racau Mbak Irma semakin menjadi.
“Iyahh Mbak, ku hisap ya Mbak” ucapku.
Pada saat itu aku semakin aggresif memainkan ke buah dada Mbak Irma.
“Aku kocok penis mas, gede banget mas. Oughh.. Ssss..” ucapnya.
“Terus Mbak, kocok teru Mbak” ucapku.

BACA JUGA :  Cerita Dewasa Janda Keturunan Chinese

Akupun sudah mulai terangsang hebat. Aku lepaskan buah dadanya, aku mengarah ke vaginanya yang benar-benar bersih dan mereka merah, aku jilatin itil vaginanya, Mbak Irma pun hanya bisa bergunjang ke kanan dan ke kiri sambil berpegangan sprei kasurku sambil memejamkan mata dan megigit bibir bawahnya.

Aku jilati terus vagina dan klitorsnya, sesekali aku sedot klitorisnya Mbak Irma semakin meliuk liukan tubuhnya dengan hebat, kini aku mulai lebih agresif dengan memasukkan lidahku ke vaginanya, baunya wangi rasanya asin, wah ini jelas brang second tapi kualitas perawan. Setelah terlihat basah dan becek vagina Mbak Irma.

Kemudian aku arahkan penisku ke vagina Mbak Irma, aku gesek gesekan penisku ke vagina Mbak Irma kemudian Mbak Irma mendorong kee atas vaginanya dan zlebbb secara perlahan penisku yang ngaceng pun masuk seluruhnya kedalam liang vagina Mbak Irma.
“Aghhh… SShhhh.. enak banget mass,, Oughhh…” desah Mbak Irma.

Saat tiu Mbak Irma membantu beroyang dari bawah, dan aku menggenjot dengan cepat keluar masih ke dalam vaginanya. Mbak memainkan puttingku, menambah gairahku untuk menggenjot Mbak Irma. Aku balas dengan aku hisap putting buah dadanya yang naik turun akibat genjotanku.
“Eumm.. teruss mass. Ouugghh… Ssssshh… Aaaaggghhhh..” desah Mbak Irma.
“Iyah Mbak, aku genjot terus ya Mbak” ucapku sembari terus menggenjot vaginanya.
“Iyah mass, Ughhh… Sssshhh.. Aaaggghhh.. aku udah nggak kuat mas.. Sssshhh..” desah nikmatnya semakin membuatku menggila saja.

Semakin aku kencangkan genjotanku, dan penisku pun semakin masuk kedalam, mentok menyodok  diding rahim janda satu ini, selang beberapa menit kemudian Mbak Irma sudah dipuncak orgasme, dia mengalami kejang kenikmatan, matanya merem melek, lidahnya menjilati seluruh bibbirnya. Karena aku juga sudah ingin klimaks, maka aku pun mempercepat gerakanku.

Tak lupa aku juga meremas buah dada Mbak Irma, selang beberapa menit Mbak Irma medesah tidak karuan,
“Oougghhh.,,. Yeahh.. Teruss masss, enak mass,, Ssshhh… Aggghhh.. Aku keluar ass…” erang Mbak Irma.
“Iyaa Mbak aku juga mau keluar nihh.. Oughh..” jawabku.

Tak tertahan, aku genjot dengan cepat penisku kearah vagina Mbak Irma dengan liarnya. Seketika itu juga Mbak Irma mendapatkan klimaksnya karena kurasakan dia mengeluarkan lendir kawinnya membasahi penisku yang masih tertanam di dalam liang senggama Mbak Irma. Sensasi bercinta dengan seorang janda memang benar-benar luar biasa.

Selang beberapa menit setelah Mbak Irma mendapatkan kliamaksnya, aku pun nemapknya akan mendapatkan klimaksku. Aku merasakan serasa ada yang mendesak dan batang kejantanku serasa berdenyut-denyut seperti ada yang akan menyembur dari kejantananku.
“Crrrooottttt… crroottt.. ccrroottt… crrott..”

Pada akhirnya aku pun menyemburkan air maniku kedalam rahin Mbak Irma itu, sungguh nikmat yang luar biasa. Selepas aku mendapatkan klimaksku aku melihat Mbak Irma lunglai tak berdaya dalam keadaan bugil. Aku pun yang sudah klimaks juga, kurasakan tubuhku terasa lemas juga, pada akhirnya kamipun tiduran sembari berpelukan.

Kami menikmati sisa-sisa klimaks kami sembari bercumbu kecil, dengan saling bericuman, saat itu kami merasa seakan kamilah yang paling bahagia di dunia ini. Itu lah cerita sex yang aku alam dengan seorang janda muda cantik dan hot itu. Sejak kejadian hari itu pada akhirnya kamipun menjalani suatu hubungan dan hari-hari kami di penhi dengan sex. END.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *